Teheran|CRNN—– Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara yang menghantam sejumlah titik strategis di ibu kota Teheran. Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade tersebut.
Pengumuman duka disampaikan melalui siaran media nasional Iran pada Sabtu malam. Otoritas setempat menyebut kompleks yang menjadi lokasi keberadaan Khamenei termasuk dalam target serangan yang dilancarkan dalam operasi militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Sosok Sentral Politik Iran
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran. Ia dikenal sebagai ulama Syiah konservatif yang memainkan peran penting dalam Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan rezim monarki dan melahirkan Republik Islam Iran.
Dalam perjalanan politiknya, Khamenei pernah menjabat sebagai Presiden Iran pada periode 1981–1989. Setelah wafatnya pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini, ia dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989.
Sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei memegang otoritas tertinggi negara, termasuk kendali atas militer, lembaga keamanan, sistem peradilan, serta kebijakan luar negeri. Di bawah kepemimpinannya, Iran dikenal mengambil sikap tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel serta aktif memperluas pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.
Serangan Udara dan Pengumuman Resmi
Serangan udara besar dilaporkan terjadi pada 28 Februari 2026 dan menyasar sejumlah fasilitas penting di Teheran. Pemerintah Iran menyatakan bahwa Khamenei berada di salah satu lokasi yang menjadi target utama.
Tak lama setelah serangan, media pemerintah mengonfirmasi bahwa Khamenei meninggal dunia. Dalam pernyataan resmi, pemerintah menyebut kepergian sang pemimpin sebagai “pengorbanan dalam menghadapi agresi militer.”
Sebagai bentuk penghormatan, Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas pemerintahan selama satu minggu.
Dampak Politik dan Ketegangan Regional
Kematian Ali Khamenei menandai momen bersejarah dalam politik Iran. Ia merupakan figur paling berpengaruh di negara tersebut selama lebih dari 35 tahun. Kepergiannya berpotensi memicu dinamika baru dalam proses suksesi kepemimpinan dan arah kebijakan negara ke depan.
Peristiwa ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan kekuatan Barat, khususnya Amerika Serikat dan Israel, terkait isu program nuklir serta pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pengamat internasional menilai situasi ini dapat berdampak luas terhadap stabilitas regional dan hubungan internasional dalam waktu dekat.