JAKARTA |CRNN—Pernyataan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenai potensi terjadinya Perang Dunia III menuai perhatian serius dari kalangan parlemen. Pandangan tersebut disampaikan SBY melalui akun X (Twitter) pribadinya, @SBYudhoyono, pada Senin, 19 Januari 2026.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai pernyataan SBY tidak bisa dipandang sekadar sebagai ramalan apokaliptik atau kekhawatiran berlebihan. Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pernyataan SBY justru merupakan peringatan dini yang patut dicermati oleh komunitas internasional.
“Merujuk pada pola menjelang Perang Dunia I dan II, Pak SBY mengingatkan bahwa perang besar tidak lahir dari satu peristiwa tunggal, melainkan dari akumulasi konflik yang dibiarkan tanpa pengendalian,” ujar Sukamta dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Sukamta juga menilai seruan SBY agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berperan aktif sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Menurutnya, meskipun tidak sempurna, PBB tetap menjadi forum internasional yang memiliki legitimasi untuk mencegah dan meredam eskalasi konflik antarnegara.
“PBB memang kerap tersandera rivalitas kekuatan besar, namun hingga kini tetap menjadi satu-satunya forum global yang memiliki legitimasi untuk mencegah eskalasi konflik secara kolektif,” katanya.
Ia menambahkan, melemahnya mekanisme multilateral justru meningkatkan risiko salah hitung dan salah tafsir antarnegara, yang dapat memicu konflik berskala besar. Oleh karena itu, upaya menjaga perdamaian global tidak bisa semata-mata bertumpu pada kekuatan militer.
“Keberanian politik dan dialog antarnegara juga sangat diperlukan. Kecemasan Pak SBY seharusnya mendorong refleksi bersama bahwa menjaga perdamaian dunia bukan hanya soal kekuatan senjata,” ujar Sukamta.
“Melainkan juga keberanian untuk menahan diri, membuka dialog, serta memperkuat diplomasi preventif. Dunia belum berada di titik tanpa jalan kembali, tetapi waktu untuk bertindak jelas tidak lagi longgar,” sambungnya.
Sebelumnya, SBY mengungkapkan kecemasannya terhadap dinamika geopolitik global dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengaku mengikuti perkembangan dunia secara intens dan merasa khawatir akan kemungkinan terjadinya konflik global berskala besar.
“Tiga tahun ini saya mengikuti perkembangan dunia, terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir. Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, terus terang saya khawatir,” tulis SBY melalui akun X-nya.
SBY secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan terjadinya Perang Dunia III. “Cemas kalau dunia mengalami prahara besar, apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia III,” tulisnya.