Aceh Selatan , CRNN— Skandal dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Aceh Selatan kini meledak ke permukaan. Bau busuknya makin menyengat. Proyek miliaran rupiah yang seharusnya mengalirkan air bersih ke rumah warga justru diduga berubah menjadi ladang bancakan para pemburu fee proyek.
Pipa bocor. Sambungan rusak. Air tidak mengalir. Meteran hanya jadi pajangan besi tak berguna. Namun anehnya, uang negara diduga tetap cair mulus!
Publik kini murka dan mulai mempertanyakan nyali aparat penegak hukum:
Beranikah Polres Aceh Selatan dan Kejari Tapaktuan membongkar mafia proyek SPAM ini?
Proyek-proyek SPAM di wilayah Kluet, Bakongan hingga Trumon disebut amburadul sejak awal pengerjaan. Dugaan permainan proyek makin liar setelah masyarakat menemukan banyak pekerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi.
Pipa disebut ditanam asal jadi. Kedalaman diduga tak sesuai RAB. Sambungan bocor di mana-mana. Bahkan sejumlah jaringan disebut gagal total saat diuji coba.
Tapi yang membuat publik makin geram:
Bagaimana proyek gagal fungsi bisa lolos PHO?
Siapa yang tanda tangan?
Siapa yang meloloskan?
Siapa yang bermain di belakang layar?
Desas-desus dugaan “uang ketok palu”, fee proyek, hingga “uang pelicin” untuk memuluskan pemeriksaan kini beredar keras di tengah masyarakat. Jika benar, maka proyek air bersih rakyat diduga telah dijadikan mesin bancakan berjamaah.
“Rakyat disuruh hemat air, tapi uang proyek air diduga dihamburkan untuk permainan kotor. Ini bukan sekadar korupsi, ini penghinaan terhadap rakyat kecil!” kecam seorang warga.
Yang lebih memancing kemarahan publik, laporan masyarakat disebut sudah lama beredar lewat media dan berbagai pengaduan. Namun sampai hari ini, belum terdengar ada kontraktor, pejabat, atau pihak terkait yang diperiksa secara terbuka.
Masyarakat mulai curiga aparat penegak hukum hanya diam menonton.
“Ada apa dengan APH? Takut karena yang bermain orang kuat? Atau memang sudah masuk angin? Kalau proyek SPAM saja tak berani disentuh, jangan mimpi bersihkan korupsi di Aceh Selatan!” ujar warga lainnya.
Desakan kini mengarah langsung kepada Kapolres Aceh Selatan dan Kajari Tapaktuan agar berhenti diam dan segera bertindak nyata.
Publik meminta:
Bongkar seluruh proyek SPAM TA 2024–2025
Audit total semua paket pekerjaan
Periksa kontraktor, PPK, konsultan pengawas hingga pejabat penerima PHO
Telusuri dugaan aliran fee proyek dan uang pelicin
Umumkan ke publik siapa yang bertanggung jawab
Karena bagi masyarakat, korupsi proyek air bersih bukan sekadar kejahatan biasa.
Ini kejahatan terhadap hak hidup rakyat.
Air adalah kebutuhan paling dasar manusia. Jika proyek air saja diduga dikorupsi hingga rakyat tetap haus, maka yang rusak bukan hanya pipa — tapi moral dan hukum itu sendiri.
Kini masyarakat Aceh Selatan menunggu:
Apakah polisi dan jaksa benar-benar punya nyali membongkar dugaan mafia SPAM, atau justru hukum kembali tunduk di bawah tumpukan uang proyek?