Blangpidie,CRNN—Dugaan Kasus pelecehan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih terjadi di ruang publik dan mulai menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan mahasiswa. Sejumlah informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa peristiwa serupa bukan kejadian tunggal, melainkan cenderung berulang dalam pola yang hampir sama.
Salah satu korban yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengaku mengalami dugaan pelecehan saat dalam perjalanan pulang kerja. Kejadian tersebut disebut terjadi dua kali, dengan peristiwa terbaru berlangsung pada malam sebelumnya di jalur yang berbeda beda saat dilalui korban.
Pengakuan ini memperkuat indikasi bahwa terdapat kerentanan di titik-titik tertentu, terutama pada waktu malam hari. Beberapa mahasiswa yang ditemui juga menyampaikan kekhawatiran serupa, meskipun tidak semua berani menyampaikan secara terbuka.
Kader HMI, Nurul Amalia, menyebut bahwa fenomena ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kasus insidental.
“Kalau sudah terjadi berulang, artinya ada masalah yang belum terselesaikan. Ini bukan lagi soal satu kejadian, tetapi menyangkut rasa aman di ruang publik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa sebagian korban memilih diam karena takut terhadap stigma sosial maupun dampak lanjutan yang mungkin mereka hadapi.
“Ada kecenderungan korban tidak melapor. Bukan karena tidak ingin, tapi karena merasa tidak aman atau tidak yakin akan ditindaklanjuti,” tambahnya.
Dari penelusuran di lapangan, dugaan pelecehan disebut kerap terjadi terhadap mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi, terutama saat pulang aktivitas di sore hingga malam hari. Kondisi ini menunjukkan adanya celah dalam sistem perlindungan di ruang publik yang seharusnya aman bagi semua.
Jika situasi ini terus berulang tanpa penanganan yang jelas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan sosial dan rasa aman secara umum.
Selain penanganan hukum terhadap setiap laporan yang masuk, upaya pencegahan dinilai menjadi hal yang tidak kalah penting. Edukasi, pengawasan di ruang publik, serta kemudahan akses pelaporan menjadi bagian dari langkah yang perlu diperkuat.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi masyarakat Abdya bahwa persoalan pelecehan tidak dapat dipandang sebagai hal yang sepele. Diperlukan perhatian dan langkah bersama dari berbagai pihak untuk memastikan ruang publik tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Dengan sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang lebih aman serta mampu meminimalisir terjadinya tindakan pelecehan di Kabupaten Aceh Barat Daya.