Penghinaan terhadap ulama dinilai berpotensi memicu perpecahan dan mengganggu kedamaian Aceh.
ACEH BARAT DAYA, CRNN— Pimpinan Balai Pengajian Raudhatul Huda, Tgk Misbar As Salmani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya pernyataan yang menghina dan merendahkan ulama di ruang publik maupun media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan adab, berpotensi memecah belah umat, dan dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun, menghina ulama bukanlah bentuk kebebasan berpendapat. Ulama adalah sosok yang membimbing umat dengan ilmu dan dakwah. Kehormatan mereka harus dijaga bersama,” ujar Tgk Misbar As Salmani.
Ia mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menahan diri dari ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi yang dapat merusak persaudaraan. Kritik hendaknya disampaikan secara santun, berdasarkan fakta, serta menghormati hukum dan nilai-nilai Islam.