JAKARTA, CRNN — Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) menyambut positif pernyataan mantan Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, yang menyatakan akan kembali menjadi nelayan setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala BPMA.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasri Djalal kepada awak media usai pergantian pimpinan BPMA dan telah diberitakan sejumlah media. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen untuk kembali mengabdi kepada masyarakat pesisir.
Ketua DPP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana, Masady Manggeng, mengatakan GNTI membuka ruang kolaborasi dengan seluruh tokoh yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sektor kelautan dan perikanan, termasuk Nasri Djalal.
“Pengalaman Bapak Nasri Djalal di pemerintahan dan pembangunan Aceh merupakan modal yang sangat berharga. Kami berharap dapat bersinergi dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan serta memperjuangkan kebijakan yang semakin berpihak kepada nelayan Aceh,” ujar Masady.
Menurutnya, nelayan Aceh masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Mulai dari penguatan kelembagaan nelayan, kemudahan akses permodalan, penyediaan sarana dan prasarana perikanan, kepastian distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan, hingga pengembangan industri pengolahan hasil perikanan agar mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Masady menegaskan, GNTI memandang nelayan sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah harus benar-benar berpihak pada kepentingan mereka.
“GNTI meyakini bahwa nelayan harus ditempatkan sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sekadar sasaran program. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Nasri Djalal selama memimpin BPMA dan berharap pengalaman yang dimilikinya tetap dapat didedikasikan untuk kemajuan Aceh, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir.
“GNTI siap membangun sinergi dengan siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap nelayan. Semoga semangat Bapak Nasri Djalal untuk kembali menjadi nelayan menjadi energi baru dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat pesisir Aceh,” tutup Masady.