Aceh barat daya, CRNN— Balai Pengajian Raudhatul Huda merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an dan pengajian Islam yang lahir dari semangat dakwah, keikhlasan, serta cita-cita untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mencintai ajaran Rasulullah ﷺ.

Nama “Raudhatul Huda” memiliki makna dan sejarah yang mendalam. Nama tersebut merupakan gabungan dari dua dayah ternama di Aceh yang menjadi tempat menimba ilmu bagi pendiri sekaligus Pimpinan Balai Pengajian Raudhatul Huda, Tgk. Misbar As Salmani.

Raudhatul diambil dari nama Dayah Raudhatussa’adah, Simpang Tiga Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan Huda diambil dari nama Dayah Madinatuddiniyah Babul Huda, Pasie Asahan, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.

Selain menimba ilmu di kedua dayah tersebut, Tgk. Misbar As Salmani juga pernah belajar di Dayah Serambi Aceh Meulaboh. Sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh guru dan lembaga tempat beliau belajar, beliau memiliki cita-cita bahwa apabila Balai Pengajian Raudhatul Huda terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan Islam yang besar, maka nama lembaga ini akan disempurnakan menjadi Balai Pengajian Raudhatul Huda Serambi.

Perjalanan Balai Pengajian Raudhatul Huda dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana. Pada awalnya, kegiatan belajar mengajar hanya dilaksanakan di rumah. Dengan penuh keikhlasan, Tgk. Misbar As Salmani membimbing beberapa santri yang ingin mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama. Seiring berjalannya waktu, jumlah santri terus bertambah sehingga rumah tidak lagi mampu menampung seluruh peserta didik. Atas izin Allah SWT dan dukungan masyarakat, kemudian dibangunlah sebuah balai pengajian agar dapat menjadi tempat belajar yang lebih layak dan nyaman bagi para santri.

Balai Pengajian Raudhatul Huda dipimpin oleh Tgk. Misbar As Salmani, seorang putra daerah Aceh Selatan. Pada tahun 2024, beliau menikah dengan Ustadzah Khadijah, yang senantiasa menjadi pendamping, penyemangat, dan pendukung utama dalam perjuangan dakwah. Dengan tekad yang kuat serta dukungan penuh dari sang istri, beliau berkomitmen mendirikan Balai Pengajian Raudhatul Huda sebagai wadah untuk menyebarkan ilmu agama agar dapat menjadi amal jariyah dan memberi manfaat bagi umat Rasulullah ﷺ.

Selain memimpin Balai Pengajian Raudhatul Huda, Tgk. Misbar As Salmani juga dikenal sebagai Komandan Santri Bela Negara (SBN) se-Aceh. Beliau aktif berkiprah di tengah masyarakat dan menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan. Seluruh aktivitas tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta memperluas syiar Islam di Bumi Aceh.

Bagi beliau, dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pengabdian kepada masyarakat. Harapan terbesar beliau adalah agar masyarakat Aceh semakin mencintai agama Allah SWT, mencintai Al-Qur’an, memuliakan para ulama, serta memiliki semangat untuk berjuang dan berkhidmat di jalan Allah dengan penuh keikhlasan.

Dalam setiap kesempatan, Tgk. Misbar As Salmani selalu mengingatkan pentingnya menjaga niat dalam berdakwah. Salah satu pesan yang menjadi prinsip hidup beliau adalah:

«”Hiduplah untuk dakwah, bukan dakwah untuk hidup. Gunakan jabatan untuk membantu agama Allah, bukan menggunakan agama Allah untuk mendapatkan jabatan.”»

Kalimat tersebut menjadi pedoman dalam setiap langkah perjuangan beliau, bahwa dakwah harus dilandasi keikhlasan, bukan kepentingan pribadi. Jabatan hanyalah amanah yang harus digunakan untuk memperkuat agama Allah, melayani umat, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Kini, Balai Pengajian Raudhatul Huda terus berkomitmen menjadi lembaga pendidikan Islam yang istiqamah dalam membina generasi Qurani melalui pengajaran Al-Qur’an, kitab-kitab Islam, pembinaan akhlakul karimah, serta pendidikan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dengan izin Allah SWT, Balai Pengajian Raudhatul Huda berharap dapat terus berkembang menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam yang melahirkan generasi beriman, berilmu, beramal, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

“Mendidik dengan ilmu, membimbing dengan akhlak, dan berdakwah dengan keikhlasan demi meraih ridha Allah SWT.”