Aceh Selatan, CRNN— Kobaran api meluluhlantakkan 13 unit rumah toko (ruko) semi permanen di Lorong Taqwa, Desa Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (28/3/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.20 WIB itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan ruko lama berbahan kayu, sehingga api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan. Menurut informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari lantai atas rumah milik Ibrahim. Dalam hitungan menit, api membesar dan menyambar bangunan lain di sekitarnya.
Salah satu korban, Khairina, yang pertama kali menyadari kebakaran, langsung berteriak meminta pertolongan warga dan menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, namun derasnya angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat api sulit dijinakkan.
Upaya pemadaman melibatkan sejumlah armada dari berbagai wilayah, termasuk Kluet Utara, Kluet Tengah, Bakongan, dan Tapaktuan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB, setelah hampir tiga jam petugas berjibaku di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, H. Zainal A, menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan yang terdampak mengalami kerusakan berat.
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, namun warga mengalami kehilangan besar,” ujarnya.
Daftar Korban Terdampak:
H. Zamnan (70) – Pensiunan PNS (3 unit ruko)
Nurulsadah (42) – PNS
M. Ali (70) – Wiraswasta
Ibrahim (70) – Pensiunan PNS
Aisyah (47) – IRT
Masribin (50) – PNS
Nurmardiah (80) – IRT
Khairina (34) – Honorer
Erlina (50) – IRT
Saleh (46) – PNS
Has (45) – PNS
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di lantai atas salah satu ruko, namun penyelidikan masih berlangsung.
Peristiwa ini kembali menyoroti minimnya armada pemadam kebakaran di wilayah tersebut. Ukuran mobil damkar yang kecil dinilai belum memadai untuk menangani kebakaran berskala besar.
Waspada Cuaca Panas Ekstrem
Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Aceh Selatan dan sekitarnya dilaporkan mengalami suhu panas yang cukup ekstrem disertai kondisi angin kering. Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada bangunan berbahan kayu dan instalasi listrik yang sudah tua.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, seperti memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak menumpuk colokan listrik berlebihan, serta mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Selain itu, warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama di tengah cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
Kejadian di Kotafajar ini menjadi pengingat bahwa kombinasi cuaca panas ekstrem dan kelalaian kecil dapat berujung pada bencana besar. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah antisipatif, termasuk memperkuat sarana pemadam kebakaran dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga saat ini, warga terdampak masih berupaya membersihkan puing-puing sisa kebakaran, sementara bantuan darurat diharapkan segera turun untuk meringankan beban para korban.