KESEHATAN|CRNN—Seiring bertambahnya usia, otak manusia secara alami mengalami penyusutan volume serta penurunan kecepatan dalam memproses informasi. Namun, sebuah studi internasional terbaru mengungkap bahwa menekuni hobi kreatif dapat berperan penting dalam menjaga struktur otak tetap muda dan fungsi kognitif tetap optimal.
Mengutip laporan Fox News, penelitian berskala besar yang melibatkan ilmuwan dari 13 negara menemukan bahwa aktivitas kreatif seperti bermusik, menari, melukis, hingga memainkan gim video tertentu mampu membuat otak terlihat lebih muda secara biologis dibandingkan usia sebenarnya.
Penelitian yang melibatkan tim dari Trinity College Dublin, Irlandia, dan Universitas SWPS, Polandia, ini menganalisis data otak lebih dari 1.400 orang dewasa dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang secara rutin menjalani hobi kreatif memiliki pola aktivitas otak yang lebih sehat dan “awet muda”.
Menariknya, manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh mereka yang telah berpengalaman. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada Oktober lalu itu juga menemukan bahwa aktivitas kreatif dalam waktu singkat, seperti beberapa minggu bermain gim strategi berbasis komputer, sudah memberikan dampak nyata bagi kesehatan otak.
Dalam riset tersebut, para peneliti membandingkan kelompok individu dengan pengalaman tingkat lanjut di bidang tari tango, musik, seni visual, serta permainan strategi, dengan kelompok non-ahli. Selain itu, kelompok ketiga yang terdiri dari pemula diberikan pelatihan jangka pendek memainkan gim strategi StarCraft II untuk melihat bagaimana proses mempelajari keterampilan baru memengaruhi otak dalam waktu relatif singkat.
Seluruh peserta menjalani pemindaian otak menggunakan teknologi EEG dan MEG. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan model pembelajaran mesin yang dikenal sebagai “jam otak” untuk memperkirakan usia biologis otak dibandingkan dengan usia kronologis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas kreatif membantu memperkuat jaringan saraf yang berperan dalam koordinasi, perhatian, gerakan, serta pemecahan masalah—fungsi-fungsi yang umumnya melemah seiring bertambahnya usia.
Para peneliti menyimpulkan bahwa dengan tetap aktif secara kreatif, seseorang tidak hanya menjaga otaknya tetap muda, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam menghubungkan berbagai pola informasi, yang pada akhirnya berkontribusi pada kebijaksanaan dan kualitas hidup di usia lanjut.