ABDYA|CRNN— Temuan ulat dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Alue Pade, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, terus menuai sorotan tajam. Bukan hanya karena kejadian itu sempat viral dan meresahkan orang tua murid, tetapi juga karena penjelasan pihak pengelola yang dinilai janggal dan sulit diterima akal sehat.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG, Rauzatul Jannah, menyatakan di sejumlah media keyakinannya bahwa ulat tersebut berasal dari buah salak yang disajikan sebagai menu buah. Menurutnya, salak kerap membusuk di bagian tengah tanpa terlihat dari luar. Dalam kondisi ompreng tertutup, ulat diduga berpindah dari buah ke lauk ikan karena aroma makanan.
Namun, pernyataan tersebut justru memantik reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak menilai alasan itu lebih menyerupai pembelaan yang terdengar lucu ketimbang penjelasan yang bertanggung jawab. Publik mempertanyakan bagaimana mungkin dalam wadah tertutup, ulat bisa berpindah antar menu tanpa adanya kelalaian serius dalam proses sortir bahan, pengolahan, hingga pengemasan makanan.
Alih-alih meredam polemik, klarifikasi tersebut justru memperkuat dugaan lemahnya standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Jika buah yang berpotensi busuk tetap lolos dan disajikan kepada siswa, maka persoalan yang terjadi bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kegagalan sistem pengawasan.
Pihak pengelola sendiri telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah dan mengaku telah melakukan evaluasi internal. Namun bagi para orang tua murid, permintaan maaf saja dinilai belum cukup. Mereka menuntut jaminan nyata bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan layak.
Kasus di MIN Alue Pade kembali membuka luka lama Program Makan Bergizi Gratis. Di tengah anggaran besar dan janji kesejahteraan gizi anak, publik justru disuguhi penjelasan yang dianggap menggelikan. Ulat di ompreng kini bukan lagi sekadar soal makanan, tetapi menjadi simbol runtuhnya kepercayaan terhadap pengelolaan program negara.