PIDIE —CRNN– Komandan Santri Bela Negara (SBN) Se-Aceh, Tgk Misbar As Salmani, mengecam beredarnya video di media sosial yang diduga memperlihatkan adanya rangkaian hiburan berupa penampilan penyanyi dan aksi berjoget setelah pelaksanaan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie.

Dalam video yang beredar, terlihat panggung yang masih memuat tulisan “Memperingati Maulid Nabi” serta foto pendakwah Tgk Saiful Musliadi. Pada bagian akhir kegiatan, tampak hiburan dengan penampilan seorang penyanyi yang disebut bernama Sipion, disertai sejumlah orang yang terlihat berjoget di depan panggung.

Menanggapi video tersebut, Tgk Misbar As Salmani menyampaikan keprihatinan dan meminta agar pihak terkait melakukan klarifikasi untuk memastikan fakta sebenarnya.

Tangkapan layar aksi joged diacara maulid nabi Muhammad S.A.W di pidei

«“Kalau benar sebagaimana yang terlihat dalam video yang beredar, tentu hal ini sangat disayangkan. Kita perlu memastikan apakah rangkaian kegiatan tersebut memang bagian dari acara Maulid dan bagaimana proses perizinan serta pengawasannya,” tegas Tgk Misbar.»

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ idealnya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ melalui shalawat, zikir, tausiah, serta penguatan ukhuwah Islamiyah dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Ia juga mempertanyakan aspek pengawasan apabila benar terdapat kegiatan hiburan yang dinilai tidak sejalan dengan tujuan dan nilai keagamaan yang melekat pada peringatan Maulid.

“Kami meminta pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan dan klarifikasi secara menyeluruh. Jangan sampai masyarakat hanya memperoleh informasi dari potongan video yang beredar tanpa mengetahui konteks dan fakta sebenarnya,” ujarnya.

Tgk Misbar menegaskan, apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan Syariat Islam maupun aturan yang berlaku, dirinya berharap persoalan tersebut ditangani sesuai mekanisme hukum secara tegas, objektif dan adil.

“Kita tidak ingin langsung menghakimi siapa pun. Yang kita dorong adalah kejelasan fakta. Jika ada pelanggaran, tentu harus ditindak sesuai aturan. Sebaliknya, apabila terdapat konteks lain yang belum diketahui publik, hal itu juga perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di tempat lain dan setiap kegiatan keagamaan di Aceh dapat dijaga marwah serta kesakralannya.

“Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi syiar Islam justru menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Maulid Nabi harus mampu menghadirkan nilai edukasi, keteladanan, persaudaraan dan keberkahan,” pungkas Tgk Misbar.

Komandan SBN Se-Aceh menyatakan bahwa sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan penerapan Syariat Islam di Aceh, sekaligus sebagai dorongan agar informasi yang beredar di ruang publik diverifikasi secara menyeluruh.

Tgk Misbar As SalmaniKomandan Santri Bela Negara (SBN) Se-AcehPimpinan Balai Pengajian Raudhatul Huda