BANDA ACEH — CRNN— Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Aceh. Siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh kembali mengharumkan nama daerah di kancah internasional setelah berhasil meraih empat medali perak (silver medal) dalam ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026.

Kompetisi internasional tersebut berlangsung di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia, pada 20–24 September 2026, melalui kolaborasi Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dengan SEGi University and Colleges.

Kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh, Muhibbul Khibri, M.Pd., kepada media ini, Jumat (25/9), mengatakan empat tim inovasi dari sekolah yang dipimpinnya mengusung karya berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan bahan alam khas Aceh.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa Aceh memiliki kemampuan riset dan inovasi yang mampu diperhitungkan di tingkat internasional.

Ajang WICE sendiri mempertemukan pelajar, peneliti muda, dan inovator dari berbagai negara untuk memamerkan hasil temuan ilmiah, invensi, serta inovasi teknologi dalam kompetisi dan pameran berskala internasional.

Muhibbul menjelaskan, tim pertama terdiri dari Aura Putri Shafiqa, Indanya Putri Rwina, Restu Indah Sari, Quinsha Shafira Azka, dan Rizkinya Ramadhani Purba, dengan pembimbing Mela Melati, S.Pd.

Tim tersebut membawa inovasi berjudul “Miripocalm: An Innovative Relaxing Balm Stick Formulated with Nutmeg Essential Oil and Patchouli Essential Oil as a Relaxation and Topical Analgesic Agent.”

Selanjutnya, tim kedua terdiri dari Kazia Zinnira, Natahania Putri Diwansyah, Saia Zovira, Khansa Luqyana, Dina Novis Ariska, dan Cut Kayla Quin, dengan pembimbing Linda, M.Pd.

Tim kedua mengusung inovasi berjudul “Beureune Bar: Development of a Functional Snack Bar Based on Acehnese Sagu Beureune Fortified with the Prebiotic Inulin for Digestive Health.”

Sementara itu, tim ketiga terdiri dari T. Ghaisan Al Sabiyan, Sulthan Hammam Ashshakiya, Jasmine Shahnaz, Haruko Elysia, Fatih Asrof Nain, dan Mochammad Sakha Harahap, dengan pembimbing Lora Sandita, S.Pd.

Tim ini membawa inovasi berjudul “Innovative Development of Activated Carbon from Aceh Coffee Grounds for Sustainable Water Purification.”

Adapun tim keempat terdiri dari Syariah Bian Shabila, Nisriina Izzati, Qisya Zhafirah, Raisha Putri Azhar, Rajdhatunnisa Novanda, dan Chalisha Aqifa Nayla, dengan pembimbing Zuyadi, S.Pd.

Tim keempat mengusung inovasi berjudul “Design and Implementation of Smart Multi-Level Lighting System Using Arduino Uno and Environmental Sensors.”

Muhibbul mengatakan, keempat karya tersebut memiliki karakteristik yang sama, yakni mengangkat potensi sumber daya lokal Aceh dan mengolahnya menjadi gagasan inovatif.

“Keempat karya tersebut menonjolkan pemanfaatan sumber daya lokal Aceh, minyak atsiri pala dan nilam untuk balm relaksasi, sagu beureune sebagai basis snack bar fungsional,” ujar Muhibbul.

Selain itu, lanjutnya, terdapat pemanfaatan ampas kopi Aceh sebagai bahan karbon aktif untuk penjernihan air serta pengembangan sistem pencahayaan cerdas berbasis sensor lingkungan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global yang mendorong inovasi berkelanjutan berbasis bahan baku lokal dan solusi ramah lingkungan,” katanya.

Muhibbul menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh siswa serta guru pembimbing yang telah bekerja keras hingga mampu membawa pulang empat medali perak dari kompetisi internasional tersebut.

Menurutnya, prestasi itu menjadi bukti bahwa siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional dengan mengangkat potensi dan kearifan lokal Aceh.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras siswa dan guru pembimbing. Inovasi yang mereka usung benar-benar memanfaatkan kearifan lokal Aceh, seperti pala, nilam, sagu, dan kopi. Ini membuktikan bahwa kita tidak hanya bisa bersaing, tetapi juga bisa unggul di kancah global,” imbuhnya.

Muhibbul yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh itu menambahkan, capaian tersebut semakin memperkuat pengembangan budaya riset dan inovasi di lingkungan SMA Negeri 1 Banda Aceh.

Ia berharap prestasi tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai institusi pendidikan maupun industri kreatif berbasis sains dan teknologi.

Dengan torehan empat silver medal pada WICE 2026, para siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh menunjukkan bahwa potensi lokal Aceh dapat dikembangkan menjadi inovasi yang mampu tampil di panggung internasional.

 

(CRNN)