Aceh –CRNN– Tgk Misbar As Salmani, Komandan SBN Aceh dan Aktivis Santri Aceh, menyampaikan keprihatinan atas kecenderungan yang menurutnya terjadi dalam hubungan antara sebagian pemangku kekuasaan dengan para ulama.
“Hari ini kita menyaksikan kecenderungan bahwa ulama hanya dicari ketika dibutuhkan. Saat membutuhkan dukungan, doa, dan legitimasi, ulama dimuliakan. Namun setelah kepentingan tercapai, nasihat mereka sering kali tidak lagi didengar.”
Ia menilai bahwa banyak nasihat dan fatwa ulama yang semestinya menjadi bahan pertimbangan justru tidak memperoleh perhatian yang memadai. Menurutnya, terdapat pula pandangan bahwa penerapan nilai-nilai syariat di beberapa bidang mulai dilonggarkan sehingga memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat.
“Ulama adalah pewaris para nabi. Mereka bukan alat politik, bukan pelengkap acara seremonial, dan bukan pula tangga menuju jabatan. Jika suara ulama terus diabaikan dan nilai-nilai syariat semakin dikesampingkan, maka kita patut bertanya: ke mana arah moral bangsa ini akan dibawa?”
Tgk Misbar As Salmani juga mengajak para santri untuk terus menjaga adab dan menghormati ulama sebagai guru serta pembimbing umat.
“Wahai para santri, mari kita jaga orang tua kita, yaitu para ulama. Jangan biarkan mereka hanya dijadikan alat kepentingan segelintir pihak. Berdirilah bersama ulama, hormati mereka, dengarkan nasihatnya, dan doakan mereka agar tetap istiqamah dalam menyampaikan kebenaran.”
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan ajakan untuk memperkuat penghormatan kepada ulama dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam membangun masyarakat.
“Kekuasaan akan datang dan pergi. Jabatan akan ada masanya. Namun kehormatan ulama harus tetap dijaga. Bangsa yang memuliakan ulama akan menjaga ilmu, akhlak, dan masa depannya.”