Jakarta – CRNN— Keputusan pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah menuai beragam tanggapan, terutama dari kalangan mitra penyedia layanan makanan. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga efektivitas program dan memastikan penggunaan anggaran negara dilakukan secara efisien.

Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara, Agustina Arumsari, mengakui bahwa setiap kebijakan pemerintah tidak selalu dapat memuaskan semua pihak. Meski demikian, menurutnya, pemerintah harus melihat tujuan yang lebih besar dari sebuah program, termasuk bagaimana dana yang bersumber dari anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas.

Ia menjelaskan, penghentian sementara MBG selama 18 hari masa libur sekolah dilakukan karena pada periode tersebut tidak ada kegiatan belajar mengajar yang berlangsung. Dengan tidak adanya siswa di sekolah, maka layanan pemberian makanan bergizi juga tidak dijalankan sebagaimana biasanya.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah menilai tidak ada dasar untuk tetap memberikan pembayaran kepada fasilitas pelayanan maupun mitra penyedia makanan. Prinsip yang digunakan sederhana, yakni pembayaran dilakukan ketika layanan benar-benar diberikan kepada penerima manfaat.

“Sebuah kebijakan tidak mungkin menyenangkan semua pihak. Tapi kita melihat tujuan dari program itu apa, kemudian kita melihat bagaimana efisiensi anggaran sesuatu yang mungkin lebih besar daripada kepentingan pihak tertentu yang kebetulan sudah menjadi mitra,” kata Agustina dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, penghentian sementara operasional MBG selama masa libur sekolah merupakan sesuatu yang wajar. Pemerintah tidak bermaksud mengabaikan kepentingan para mitra, melainkan menjalankan prinsip pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab dan sesuai dengan kebutuhan layanan di lapangan.

“Jadi rasanya fair ketika memang tidak beroperasi, no service ya no pay. Itu sesuatu yang memang wajar,” ujarnya.

Kebijakan ini sebelumnya mendapat respons dari sejumlah mitra pelaksana MBG, termasuk Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), yang terdampak langsung oleh penghentian sementara program tersebut. Namun BGN menegaskan bahwa keberlanjutan program dalam jangka panjang harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan sesaat dari pihak tertentu.