ACEH, CRNN— Pemerintah pusat mulai kebut proyek pipa gas raksasa Dumai–Sei Mangkei (Dusem) setelah ditemukannya cadangan gas jumbo di Blok Andaman, Aceh.
Nilainya bukan main-main, mencapai Rp6,6 triliun. Pipa ini nantinya akan mengalirkan gas Aceh ke Sumatra hingga Jawa. Artinya, kekayaan alam Aceh kembali menjadi penopang energi nasional.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, bahkan terang-terangan menyebut gas dari Andaman akan menjadi pasokan besar yang disalurkan melalui jaringan pipa nasional dari Aceh sampai Jawa Timur.
Pertanyaannya sekarang: Akankah rakyat Aceh benar-benar ikut menikmati kekayaan gas ini? Atau Aceh lagi-lagi cuma jadi ladang eksploitasi, sementara keuntungan terbesar mengalir keluar daerah?
Publik mulai menyoroti: • Siapa yang akan paling diuntungkan? • Berapa besar dampak ekonomi untuk masyarakat Aceh? • Apakah lapangan kerja akan benar-benar terbuka bagi putra daerah? • Atau Aceh hanya kebagian asap dan janji?
Jika proyek ini benar-benar berjalan pada 2028, maka Blok Andaman bisa menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia. Namun rakyat Aceh tentu tidak ingin hanya menjadi penonton di tanah sendiri.