Blangpidie, CRNN— Polemik terkait pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus menjadi perhatian publik. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai persoalan ini perlu disikapi secara terbuka dan serius agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan terhadap dunia pendidikan.
Formatur Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie, Rahmat Maulana, menyampaikan bahwa polemik yang berkembang harus dijelaskan secara terang kepada masyarakat, terutama terkait beredarnya dokumen penetapan pemenang sebelum perlombaan berlangsung.
“Jika memang benar surat tersebut dipalsukan, maka persoalan ini harus dibawa ke ranah hukum. Begitu juga apabila terdapat tanda tangan yang dipalsukan, tentu harus segera dilaporkan agar semuanya menjadi jelas dan tidak menimbulkan asumsi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rahmat, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut integritas dunia pendidikan serta kepercayaan masyarakat terhadap proses pelaksanaan kegiatan pendidikan di Abdya.
Ia juga menegaskan bahwa polemik ini tidak cukup hanya dijawab dengan bantahan semata, tetapi memerlukan langkah yang lebih konkret dan bertanggung jawab dari pihak terkait.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah keterbukaan, ketegasan, dan penyelesaian yang berlandaskan fakta. Persoalan ini sebaiknya diselesaikan melalui proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan kebingungan maupun spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat, Jangan sampai persoalan seperti ini justru menimbulkan ketidakpercayaan terhadap sistem pendidikan yang seharusnya dijaga integritas dan transparansinya,” tambahnya.
Selain itu, HMI juga meminta Kepala Dinas Aceh Pendidikan (Kadisdik) untuk turut bertanggung jawab terhadap kinerja bawahannya serta melakukan evaluasi menyeluruh agar polemik serupa tidak kembali terjadi.
HMI menilai bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai keadilan, sportivitas, dan profesionalisme. Setiap persoalan yang muncul perlu diselesaikan secara terbuka dan akuntabel agar tidak berdampak pada siswa maupun kepercayaan publik.
HMI berharap polemik FLS3N di Abdya dapat segera diselesaikan secara transparan dan bijaksana, sehingga dunia pendidikan tetap menjadi ruang yang bersih, adil, dan dipercaya masyarakat.