Aceh Tengah, CRNN— kembali dilanda bencana banjir bandang pada Senin, 6 April 2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari memicu meluapnya aliran sungai hingga menghantam infrastruktur vital masyarakat.
Dua jembatan darurat yang sebelumnya dibangun pascabanjir besar 26 November 2025 lalu dilaporkan kembali ambruk. Kerusakan terjadi di Desa Terang Engon, Kecamatan Silih Nara, serta Desa Burlah, Kecamatan Ketol.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Bencana dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat intensitas hujan meningkat drastis dan menyebabkan banjir bandang kembali menerjang kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, hujan deras masih terus berlangsung dan debit air dilaporkan tetap tinggi, meningkatkan risiko bencana susulan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyiagakan dua unit alat berat berupa excavator di lokasi terdampak.
Dampak dari bencana ini cukup signifikan. Sebanyak empat desa di Kecamatan Ketol kembali terisolasi akibat putusnya akses penghubung. Sementara itu, di Kecamatan Silih Nara, satu desa juga terisolir setelah badan jalan dan jembatan mengalami kemiringan akibat terjangan arus deras.
Kondisi ini menambah daftar panjang dampak bencana hidrometeorologi yang terus berulang di wilayah Aceh Tengah, sekaligus menjadi peringatan serius terhadap kerentanan infrastruktur darurat yang belum sepenuhnya mampu menahan kekuatan alam.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi.