Blangpidie, CRNN— Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dipastikan berlangsung semarak dan penuh warna. Tak sekadar seremoni, pemerintah daerah menyiapkan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari panggang 15 ribu lemang hingga program yang mendorong perputaran ekonomi lokal.
Puncak peringatan HUT Abdya dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Menjelang hari besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Abdya terus mematangkan persiapan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Tgk. Dikila Bapperida, Kamis (2/4/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Safaruddin.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, Wakapolres Kompol Misyanto, unsur Forkopimda, kepala SKPK, para camat, hingga perwakilan organisasi kepemudaan, ormas, forum keuchik, dan tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa peringatan HUT Abdya tahun ini harus memiliki dampak nyata, khususnya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kita genjot melalui berbagai event agar perputaran uang meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga harus mampu melestarikan budaya lokal,” tegasnya.
Beragam agenda telah disiapkan panitia, mulai dari kegiatan budaya, kuliner, hingga olahraga. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah rencana panggang 15 ribu lemang secara massal. Selain itu, akan digelar lomba memasak kuliner khas Abdya, pagelaran seni, serta berbagai event olahraga yang melibatkan masyarakat luas.
Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan program sosial seperti pasar murah, layanan kesehatan “dokter tamoeng sikula”, serta program edukatif “teungku saweu sikula” yang menyasar pelajar. Kegiatan jalan santai pun akan menjadi ajang kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan hari jadi daerah.
Safaruddin berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu menjadi ruang promosi potensi daerah sekaligus menciptakan denyut ekonomi baru bagi masyarakat Abdya.
“Harapan kita, momentum ini benar-benar memberi dampak ekonomi dan memperkuat identitas daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Zaman Akli menekankan pentingnya mengangkat kekayaan kuliner lokal sebagai bagian dari identitas budaya Abdya. Ia menyebut sejumlah makanan tradisional seperti limpeng sagee, lughoet sagee, dan reuboh janeng sebagai warisan yang harus diperkenalkan lebih luas.
Zaman juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat dilibatkan, termasuk tokoh pendiri Abdya dan Komite Peralihan Aceh (KPA), guna memperkuat nilai kebersamaan dalam peringatan hari bersejarah tersebut.
“Panitia juga perlu meminta masukan dan petuah dari para ulama agar kegiatan ini berjalan baik dan membawa berkah,” katanya.
Ketua panitia, Jufri Yusuf, menyampaikan bahwa seluruh masukan dalam rapat akan menjadi bahan penyempurnaan konsep kegiatan. Ia memastikan panitia segera memfinalisasi agenda agar pelaksanaan berjalan optimal.
Dengan persiapan yang semakin matang, Pemerintah Kabupaten Abdya optimistis perayaan HUT ke-24 tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pelestarian budaya.