Aceh Selatan, CRNN— Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al-Mukhlisin, Gampong Seunebok, Kecamatan Pasie Raja. Pada momentum hari kemenangan tersebut, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Tgk Misbar As Salmani yang juga Komandan SBN Aceh ,dengan tema menyentuh: “Idul Fitri: Kembali kepada Fitrah, Menguatkan Iman, dan Menyambung Kasih Sayang.”

Dalam khutbahnya, Tgk Misbar mengajak seluruh jamaah untuk tidak memaknai Idul Fitri sebatas perayaan, melainkan sebagai titik kembali kepada fitrah—jiwa yang suci setelah ditempa selama bulan Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa ibadah puasa yang telah dijalani merupakan sarana untuk membentuk ketakwaan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa agar menjadi insan yang bertakwa.
Pesan Haru tentang Orang Tua

Salah satu bagian khutbah yang paling menyentuh adalah ketika Tgk Misbar menyinggung pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terutama di hari raya.

“Di hari yang fitri ini, ada di antara kita yang masih bisa mencium tangan ayah dan ibu. Maka jangan tunda untuk memeluk mereka, meminta maaf, dan membahagiakan hatinya. Karena suatu hari nanti, yang tersisa hanyalah penyesalan,” ujarnya dengan penuh makna.

Ia juga mengingatkan bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua, sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Menurutnya, Idul Fitri adalah kesempatan emas bagi yang masih memiliki orang tua untuk memperbaiki hubungan, menunjukkan kasih sayang, serta meningkatkan bakti. Sementara bagi jamaah yang telah kehilangan orang tua, hari raya menjadi momen penuh haru yang diisi dengan doa dan amal kebaikan.

“Bagi yang telah ditinggalkan orang tua, jangan biarkan hari raya berlalu tanpa doa untuk mereka. Kirimkan Al-Fatihah, sedekah atas nama mereka, karena itulah hadiah terindah yang sampai ke alam kubur,” pesannya.

Ia juga mengutip firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 24 yang mengajarkan doa untuk kedua orang tua sebagai bentuk kasih sayang sepanjang hayat.
Refleksi Makna Idul Fitri

Lebih lanjut, Tgk Misbar menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kebahagiaan lahiriah seperti pakaian baru atau hidangan istimewa, tetapi lebih dalam dari itu—yakni memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak lalai terhadap orang tua di tengah kesibukan bersilaturahmi.
“Jangan sampai kita sibuk bersilaturahmi ke banyak tempat, tetapi lupa pulang kepada orang tua. Jangan sampai kita mudah meminta maaf kepada orang lain, tetapi sulit berkata ‘maaf’ kepada ayah dan ibu,” tegasnya.
Penutup

Khutbah tersebut menjadi pengingat kuat bahwa Idul Fitri adalah momentum spiritual untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih, mempererat ukhuwah islamiyah, serta memuliakan kedua orang tua.

Dengan penuh harap, khutbah ditutup dengan doa agar seluruh amal ibadah Ramadan diterima, dosa-dosa diampuni, serta umat Islam menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan berbakti.
Taqabbalallahu minna wa minkum, minal ‘aidin wal faizin.