ACEH BARAT DAYA , CRNN— Safaruddin menegaskan bahwa makna kemenangan sejati dalam perayaan Idul Fitri tidak hanya terletak pada kemeriahan, tetapi pada kelembutan hati serta kepekaan terhadap sesama, khususnya anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengajak seluruh warga untuk membuka hati dan memastikan tidak ada anak yatim di lingkungan sekitar yang merasa sepi atau kekurangan di tengah melimpahnya hidangan lebaran. Menurutnya, perayaan Idul Fitri seharusnya menjadi momentum untuk mempererat rasa kebersamaan, bukan justru menimbulkan kesenjangan sosial.

“Jangan sampai di tengah kemeriahan ini, ada anak yatim yang justru merasa sedih. Mari kita jadikan malam takbir bukan sekadar lantunan suara, tapi juga panggilan hati untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujar Safaruddin.

Ia juga menekankan bahwa kepedulian sosial tidak boleh bersifat musiman. Nilai-nilai empati dan kebersamaan harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada momen hari besar keagamaan.

Di akhir penyampaiannya, atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita selama Ramadan dan menjadikan kita hamba yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.