ACEH SELATAN, CRNN— Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tapaktuan, M. Haikal Qadri, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera menutup permanen dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan.
Desakan tersebut muncul setelah hasil uji laboratorium mengungkap adanya cemaran mikroba berbahaya dalam makanan yang diproduksi dapur tersebut.
“Kalau sudah terbukti mengandung bakteri berbahaya, ini bukan lagi kelalaian biasa. Harus ada tindakan tegas, termasuk penutupan permanen,” tegas Haikal, Rabu (18/3/2026).
Dapur MBG di wilayah tersebut diketahui dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Padang Asahan, yang berada di bawah naungan Yayasan Ruang Kito Basamo. Selain dugaan kontaminasi, pihak HMI juga menyoroti bahwa penyedia makanan tersebut diduga belum mengantongi Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS), yang merupakan syarat wajib dalam pelaksanaan program.
Haikal menilai, seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan untuk anak-anak harus memenuhi standar tinggi, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.
“Program ini niatnya sangat baik dari pemerintah pusat. Jangan sampai karena kelalaian di lapangan, program yang baik ini tercoreng,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah 18 siswa dari tingkat PAUD hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG. Dari jumlah tersebut, 14 siswa harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat, sementara empat lainnya hanya menjalani rawat jalan.
Gejala yang dilaporkan meliputi sakit perut hebat, mual, muntah, serta munculnya bentol kemerahan disertai rasa gatal. Menu yang dikonsumsi antara lain bakso, mi goreng, susu, roti, telur ayam, telur itik asin, serta minuman es kacang.
Lebih lanjut, Haikal menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi total terhadap pengelolaan dapur MBG di Aceh Selatan. Ia meminta agar penyedia yang terbukti lalai tidak lagi diberi ruang untuk beroperasi.
“Tutup saja dan ganti dengan penyedia yang lebih berkualitas. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, Haikal mengingatkan bahwa implementasi di lapangan harus diawasi ketat agar tidak justru membahayakan masyarakat.
“Program ini harus kita dukung penuh, tapi pelaksana di lapangan harus bertanggung jawab. Jangan sampai niat baik pemerintah justru berujung pada kejadian seperti ini,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika kasus seperti ini dibiarkan tanpa tindakan tegas, bukan hanya korban yang dirugikan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap negara.
Sebagai bentuk komitmen, HMI Cabang Tapaktuan menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan program MBG di daerah tersebut, guna memastikan prinsip keadilan, transparansi, dan keselamatan masyarakat benar-benar dijalankan.