Aceh Barat Daya |CRNN— Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan santunan anak yatim yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya di Pendopo Bupati, Jumat (13/3/2026). Dalam momentum bulan suci Ramadan tersebut, sebanyak 736 anak yatim menerima santunan langsung dari Bupati Safaruddin.

Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Dalam kesempatan tersebut, setiap anak yatim menerima santunan sebesar Rp400 ribu yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah bagi sebagian keluarga.

Selain santunan tunai, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi anak yatim dan fakir miskin sebesar Rp1 juta per anak. Bantuan tersebut terdiri dari Rp800 ribu untuk biaya pendidikan dan Rp200 ribu untuk kebutuhan bahan makanan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga berencana menyediakan bantuan pakaian sekolah bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu melalui Dinas Sosial Aceh Barat Daya.

Menghidupkan Nilai Kepedulian dalam Islam

Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yatim dan masyarakat kurang mampu merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah saat ini. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat mulia.

Dalam Islam, memuliakan anak yatim memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi mereka yang merawat dan menyantuni anak yatim dengan penuh kasih sayang.

Karena itu, Safaruddin berharap momentum Ramadan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Perhatian pada Rumah Tidak Layak Huni

Selain fokus pada bantuan sosial bagi anak yatim, pemerintah daerah juga tengah aktif melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, khususnya rumah warga yang dinilai belum layak huni.

Safaruddin mengungkapkan bahwa masih ditemukan rumah masyarakat yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Masih ada rumah masyarakat yang beralaskan tanah dan berdinding papan. Ke depan saya bertekad untuk menganggarkan program agar masyarakat bisa hidup lebih layak. Setelah itu barulah kita fokus memperkuat perekonomian mereka,” ujarnya.

Pejabat Diminta Santuni Anak Yatim

Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin juga mengimbau seluruh pejabat eselon di lingkungan pemerintah daerah untuk ikut berperan aktif dalam membantu anak-anak yatim.

Ia berharap setiap pejabat setidaknya dapat menyantuni minimal satu anak yatim secara berkelanjutan, sehingga tidak ada anak yatim di Aceh Barat Daya yang merasa terabaikan.

“Anak-anak yatim harus terus sekolah dan mengejar cita-cita. Jangan sampai ada yang putus sekolah. Jika ada yang putus sekolah, segera laporkan kepada kami,” tegasnya.

Doa untuk Kemajuan Daerah

Menutup kegiatan tersebut, Safaruddin juga meminta doa dari masyarakat agar Kabupaten Aceh Barat Daya terus berkembang dan para pemimpin daerah diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah dengan penuh keadilan dan kepedulian.

Ia berharap berbagai program sosial yang dijalankan pemerintah dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan keberkahan bagi daerah.

Di bulan Ramadan yang penuh rahmat ini, kegiatan santunan anak yatim tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim yang dalam ajaran Islam disebut sebagai golongan yang harus dimuliakan dan dijaga hak-haknya.