Jakarta|CRNN— Video detik-detik Permadi Arya alias Abu Janda diusir dari acara televisi Rakyat Bersuara yang dipandu Aiman Wicaksono di iNews TV viral di media sosial.

Dalam potongan video yang beredar luas, Abu Janda terlihat terlibat perdebatan panas dengan sejumlah narasumber hingga melontarkan kata-kata kasar. Ia bahkan sempat memaki Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari serta mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti.

Situasi yang semakin tidak kondusif membuat Aiman Wicaksono selaku moderator meninggikan nada suara dan akhirnya meminta Abu Janda keluar dari forum diskusi demi menjaga jalannya acara.

Kronologi Perdebatan,Perdebatan bermula ketika para narasumber membahas situasi geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam diskusi tersebut, Abu Janda menyampaikan pandangan bahwa sentimen anti-Amerika Serikat di Indonesia kerap muncul karena kebencian yang tidak melihat sisi sejarah secara utuh. Ia menilai Amerika Serikat memiliki peran dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945.

Ia menyinggung situasi ketika Belanda kembali datang bersama pasukan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) setelah proklamasi. Menurutnya, tekanan internasional—termasuk dari Amerika Serikat—ikut berperan dalam mendorong Belanda meninggalkan Indonesia.

Pernyataan soal Palestina Picu Kontroversi.Dalam diskusi tersebut, Abu Janda juga menyebut bahwa narasi yang mengatakan Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah hoaks.

Pernyataan itu memicu perdebatan lanjutan karena selama ini banyak narasi populer di Indonesia yang menyebut dukungan tokoh Palestina dalam memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Indonesia di dunia internasional. Sejumlah sejarawan menyebut dukungan dari tokoh Palestina memang pernah disampaikan dalam forum internasional, namun konteks pengakuan diplomatik negara memiliki proses yang lebih kompleks.

Video pengusiran tersebut langsung menuai berbagai reaksi publik.sebagian warganet mengecam sikap Abu Janda yang dinilai tidak menghormati forum diskusi ilmiah. Bahkan ada yang meminta agar yang bersangkutan diproses secara hukum atas dugaan penghinaan terhadap narasumber.

Di sisi lain, ada pula yang menilai insiden tersebut mencerminkan semakin panasnya perdebatan politik dan geopolitik di ruang publik Indonesia.

Peristiwa ini kembali memicu diskusi luas tentang etika dalam debat publik serta batas kebebasan berpendapat di ruang media massa.