Jakarta |CRNN— Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyoroti persoalan yang sering dianggap sepele di banyak masjid dan musala di Indonesia: kualitas pengeras suara yang kurang baik. Padahal, menurutnya, kejernihan suara imam memiliki peran penting dalam membantu jamaah memahami dan menghayati makna ibadah.

Dalam keterangannya pada Sabtu (7/3/2026), Nasaruddin mengatakan bahwa bacaan imam yang sebenarnya indah dan penuh makna sering kali tidak tersampaikan dengan baik kepada jamaah karena kualitas speaker yang kurang optimal.

“Kadang-kadang bacaan imam sebenarnya sangat bagus, tetapi karena kualitas speakernya kurang baik, suaranya tidak jernih. Akibatnya pesan atau makna dari bacaan itu tidak sampai dengan baik kepada jamaah,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, persoalan teknis seperti sistem audio sering luput dari perhatian pengurus rumah ibadah. Padahal, hal sederhana seperti kejernihan suara dapat memberikan dampak besar terhadap kekhusyukan jamaah dalam beribadah.

“Kalau suaranya jelas, orang bisa lebih menghayati. Itu hal sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kualitas ibadah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Bambang Pramujati, menyatakan kesiapan pihak kampus untuk berkontribusi membantu memperbaiki sistem pengeras suara di masjid dan musala.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa ITS memiliki kemampuan teknis di bidang rekayasa audio dan akustik yang dapat dimanfaatkan melalui program pengabdian kepada masyarakat.

“Kami siap membantu menata sistem speaker agar suara di mushola bisa lebih maksimal,” kata Bambang.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana praktik nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah.

Dengan perbaikan sistem audio yang lebih baik, diharapkan suara imam dan kegiatan keagamaan di masjid dapat terdengar lebih jernih, sehingga jamaah tidak hanya mendengar bacaan, tetapi juga mampu memahami dan meresapi makna ibadah dengan lebih mendalam.