Jakarta |CRNN —PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, efisien, dan sesuai kebutuhan selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan potensi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG menjelang Hari Raya.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian energi secara berlebihan karena ketersediaan stok telah dipastikan aman melalui sistem distribusi yang terukur.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan, karena stok energi dijaga tetap aman dengan pola distribusi yang terukur,” ujar Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Pertamina juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan penimbunan BBM maupun LPG. Selain berpotensi mengganggu distribusi energi bagi masyarakat luas, tindakan tersebut juga melanggar ketentuan yang berlaku dan dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Menurut Roberth, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama masa mudik Lebaran. Perseroan mengandalkan empat pilar utama layanan, yakni ketersediaan energi, penguatan wilayah atensi, program promosi, serta layanan tambahan bagi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan konsumsi energi, Pertamina melakukan sejumlah penguatan layanan. Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan cadangan stok (build up stock), memperkuat sarana distribusi, serta melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah melalui kementerian terkait, kedutaan besar dan perwakilan luar negeri, mitra bisnis, hingga mitra internasional sesama badan usaha. Selain itu, Pertamina juga memastikan sistem pemantauan distribusi berjalan optimal.
Dalam mendukung pengawasan distribusi energi, Pertamina memanfaatkan sistem digitalisasi melalui Pertamina Digital Hub. Sistem ini memungkinkan pemantauan penyaluran energi secara real-time mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, aparat, para pemangku kepentingan, serta seluruh masyarakat yang turut menjaga kelancaran distribusi energi,” tambah Roberth.
Untuk mendukung kelancaran distribusi energi selama periode mudik, Pertamina menyiagakan 7.885 SPBU di seluruh Indonesia, dengan 2.074 SPBU di antaranya beroperasi selama 24 jam. Selain itu, tersedia juga 6.777 unit Pertashop yang melayani kebutuhan BBM masyarakat.
Di sektor LPG, Pertamina menyiapkan 6.662 agen LPG dengan 6.300 agen di antaranya siaga 24 jam, serta didukung oleh 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan 223 agen minyak tanah.
Sementara itu, di jalur-jalur potensial seperti jalan tol, kawasan wisata, dan lintas utama, Pertamina Patra Niaga menyiagakan berbagai layanan tambahan. Di antaranya SPBU siaga 24 jam, 96 unit layanan modular BBM, 62 Kios Pertamina Siaga yang tersebar di 64 titik lokasi, serta 200 unit mobil tangki BBM yang disiapkan dalam kondisi siaga.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan arus mudik Lebaran tetap terpenuhi dengan baik.