Aceh Barat Daya |CRNN—Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan dengan menggelar kegiatan di Desa Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Rabu (04/02/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Al-Munawarah dan dihadiri langsung oleh Bupati Abdya Dr. Saffaruddin.S.sos.M.Sp bersama Wakil Bupati Zaman Akli S.Sos, Asisten III M. Rizal, serta unsur Forkopimda dan jajaran perangkat daerah.

Dalam kesempatan itu, rombongan melaksanakan shalat Isya, Tarawih, dan Witir secara berjamaah bersama masyarakat setempat. Suasana khidmat terasa sejak awal ibadah hingga tausiah yang disampaikan Bupati di hadapan jamaah.

Dalam ceramahnya, Bupati menekankan pentingnya shalat sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Menurutnya, shalat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, melainkan kebutuhan yang harus dihadirkan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.

“Kekhusyukan dalam shalat memang tidak mudah, tetapi sebagai hamba Allah kita harus terus berusaha mencapainya. Dimulai dari wudhu yang tertib sesuai rukun, menghadirkan niat yang kuat, hingga menjadikan setiap shalat seolah-olah itulah shalat terakhir kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami makna bacaan dalam shalat agar ibadah tidak sekadar gerakan tanpa penghayatan. Shalat, kata dia, merupakan kunci bagi diterimanya ibadah-ibadah lainnya serta jalan untuk meraih ampunan dan ridha Allah SWT.

Selain menyoroti persoalan ibadah, Bupati turut mengingatkan para orang tua agar membatasi penggunaan telepon genggam (HP) pada anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi tantangan besar terhadap norma dan akhlak generasi muda saat ini.

“Perbanyak anak-anak kita belajar agama. Bekali mereka dengan ilmu sejak dini agar selamat dunia dan akhirat,” pesannya.

Dalam tausiah tersebut, Bupati juga mengenang masa kecilnya yang dihabiskan di sekitar masjid tersebut. Ia mengungkapkan bahwa lokasi Masjid Al-Munawarah dulunya merupakan lapangan tempat ia bermain sepak bola. Ia menceritakan bagaimana didikan agama yang ketat sejak kecil membentuk karakter dirinya, meskipun sebagai manusia tetap tak luput dari kesalahan.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan penegasan kepada aparatur gampong terkait kehadiran dalam kegiatan Safari Ramadhan. Ia meminta agar perangkat gampong aktif mengikuti shalat berjamaah dalam rangkaian safari tersebut. Jika tidak hadir tanpa alasan yang jelas, ia menegaskan akan ada evaluasi dan sanksi sesuai ketentuan.

Tak hanya aparatur gampong, Bupati juga menyoroti kehadiran pejabat daerah yang dinilai masih didominasi wajah yang sama, sementara jajaran bawahannya jarang terlihat. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi jika pada safari berikutnya kondisi tersebut tidak berubah, dan hal itu disampaikan langsung kepada Sekda yang turut hadir malam itu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah, Bupati Abdya menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan bantuan sebesar Rp500 juta bagi Masjid Al-Munawarah. Bantuan tersebut direncanakan untuk pembangunan lantai dan tempat wudhu, dengan perencanaan yang akan dimulai pada tahun anggaran 2026.

Menutup tausiahnya, Bupati kembali mengingatkan bahwa harta, pangkat, dan jabatan hanyalah sementara. “Shalatlah yang menjadi modal utama kita untuk menghadap Allah SWT,” tegasnya di hadapan jamaah yang memenuhi masjid malam itu.