JAKARTA |CRNN—Sebuah video yang beredar luas di media sosial Facebook mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menindak tegas kepala desa yang menyunat bantuan sosial (bansos), sekaligus menyebut adanya bantuan khusus bagi lansia selama Ramadan.
Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut dipastikan tidak benar.
Penelusuran yang dilakukan dan dilaporkan oleh Kompas.com menyebutkan tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya terkait ancaman kepada kepala desa maupun pengumuman bantuan khusus lansia seperti yang disebutkan dalam video tersebut.
Pemeriksaan juga dilakukan melalui akun Instagram yang mengatasnamakan dirinya, yakni @menkeuri. Hingga penelusuran dilakukan, tidak terdapat unggahan atau pernyataan yang sesuai dengan isi video viral tersebut.
Diduga Rekayasa Artificial Intelligence
Secara visual, video itu menunjukkan sejumlah kejanggalan. Gerakan wajah dan tubuh tampak kaku, sinkronisasi suara dengan gerakan bibir tidak presisi, serta pencahayaan yang terlihat tidak konsisten.
Hasil analisis teknis menyatakan video tersebut memiliki probabilitas hingga 89 persen sebagai hasil rekayasa artificial intelligence (AI) atau dikenal dengan istilah deepfake.
Fenomena manipulasi video berbasis AI belakangan memang semakin marak. Teknologi ini memungkinkan seseorang seolah-olah mengucapkan pernyataan tertentu, padahal tidak pernah terjadi secara nyata.
Imbauan untuk Waspada
Masyarakat diimbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Informasi terkait kebijakan pemerintah sebaiknya dikonfirmasi melalui kanal resmi kementerian atau media kredibel.
Penyebaran konten manipulatif seperti ini tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi merusak reputasi pihak yang dicatut namanya.
Kesimpulan: Video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam kepala desa penyunat bansos dan mengumumkan bantuan khusus lansia selama Ramadan adalah hoaks dan diduga kuat hasil rekayasa AI.